Sikap empati seorang pelajar dapat diwujudkan dalam bentuk

Sikap empati seorang pelajar dapat diwujudkan dalam bentuk

Sikap empati seorang pelajar dapat diwujudkan dalam bentuk – pilih opsi di bawah ini

(a). Berbagi makanan saat makan bersama

(b). Membiarkan teman merasa kesusahan
(c). Berbagi contekan saat ulangan
(d). meminjamkan alat tulis pada teman yang tidak memiliki ✅

Jawaban di atas (Sikap empati seorang pelajar dapat diwujudkan dalam bentuk) adalah angka (d) Meminjamkan alat tulis kepada teman yang tidak memiliki

Sikap empati seorang pelajar dapat diwujudkan dalam bentuk
Sikap empati seorang pelajar dapat diwujudkan dalam bentuk

Penjelasan:

Empati adalah rasa atas apa yang orang lain rasakan dan sikap saling menghormati. Jawaban yang tepat adalah D, berdasarkan opsi pertanyaan, karena opsi lain tidak menunjukkan sikap empati sebagaimana mestinya. Pilihan lain bahkan menunjukkan pandangan yang tidak memahami empati.

Berikut penjelasannya; jangan lupa baca dan berikan jawaban terbaikmu.

Sikap empati siswa dapat dilihat dalam bentuk …..

• Berikan teman alat tulis jika mereka tidak punya.

Diskusi.

Empati adalah keadaan mental di mana seseorang merasa seolah-olah berada pada posisi yang sama dengan orang lain. Perilaku empatik dapat ditunjukkan melalui kepekaan terhadap perasaan orang lain, membayangkan bagaimana jadinya jika dia menjadi saya, melakukan pengorbanan diri, dan membuat orang lain bahagia.

Empati adalah keterampilan yang harus dimiliki setiap orang.

Manusia kadang-kadang mampu berperilaku kejam, egois, dan individualistis.

Namun perlu diingat bahwa kita adalah makhluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain untuk eksis. Empati, misalnya, merupakan salah satu teknik untuk mempererat ikatan sosial. Ini dapat membantu seseorang dalam memahami perasaan orang lain sehingga mereka dapat merespons keadaan dengan benar. Pola pikir ini harus ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan di sekolah.

Empati adalah keterampilan yang bisa dipelajari.

Empati adalah sifat kepribadian yang penting dalam hubungan interpersonal. Empati adalah kondisi mental yang membuat orang merasa berada dalam keadaan, perasaan, atau gagasan yang sama dengan orang lain, menurut buku Pendidikan Agama Islam dan Akhlak SMP/MTs Kelas VII karya Aris Abi Syaifullah dkk (2021).

Ini juga dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami apa yang dipikirkan dan dialami orang lain, serta mencoba memahami situasi dari sudut pandang orang itu.

Dalam bukunya Emotional Intelligence (1996), D. Goleman menyatakan bahwa empati adalah kemampuan untuk memahami pikiran dan masalah orang lain, berpikir dari sudut pandang mereka, dan menghargai berbagai perasaan mereka tentang sesuatu.

Empati dapat tumbuh jika seseorang mengisolasi dirinya dari sifat mementingkan diri sendiri, bias negatif, kesombongan, dan hinaan terhadap orang lain, demikian menurut Mulyadi dalam bukunya Between Technology and Theology.

Empati dalam Islam didukung oleh bukti.

Empati sangat dianjurkan dalam Islam karena itu adalah jalan menuju kehidupan yang bahagia. Jika setiap orang memiliki mentalitas yang mengagumkan ini, ikatan ukhuwah akan semakin kuat.

Surat An Nisa ayat 8 yang artinya :, mengandung salah satu pedoman berempati.

“Dan jika ada kerabat, anak yatim, atau orang miskin yang hadir dalam pembagian, berikan mereka harta (secara adil) dan ucapkan kata-kata yang menyenangkan kepada mereka.”

Umat ​​Islam, menurut Rasulullah SAW, adalah satu tubuh. Jika satu bagian terganggu, yang lain akan terpengaruh juga.

“Orang-orang mukmin dalam kasih sayang mereka satu sama lain, saling mencintai dan merawat, adalah seperti satu tubuh dalam perumpamaan. Ketika salah satu anggota tubuh menjadi sakit, seluruh tubuh menderita insomnia dan demam.” (Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan.)

Empati dan Cara Memperolehnya

Anak-anak harus diajarkan empati sejak usia muda. Idenya adalah agar mereka mengembangkan nilai-nilai yang kuat dan karakter yang mulia.

Empati terhadap sesama dapat diwujudkan, menurut Aris Abi Syaifullah dkk (2021:51).

1) Kepekaan terhadap perasaan orang lain;

2) Tempatkan diri Anda pada posisi orang lain;

3) Biasakan menyerahkan harta pribadi, dan.

4) Membawa kebahagiaan bagi orang lain.

Mentalitas ini harus dipupuk secara rutin, termasuk di sekolah. Berikut ini adalah contoh sikap empati siswa:

• Mengunjungi teman yang sakit dan menawarkan penghiburan.

• Ketika orang tua teman meninggal, kita berbagi kesedihan dan kehilangan mereka sebelum mencoba menghibur mereka.

• Pinjam alat tulis dari teman yang tidak memilikinya.

• Ketika siswa berkebutuhan khusus mengalami kesulitan belajar, siswa lain membantu teman-temannya dengan menjelaskan hal-hal dalam bahasa sehari-hari yang sederhana.

• Bergembiralah ketika teman-teman menerima kabar baik.

• Berbagi makanan dengan orang-orang di sekitar Anda, terutama mereka yang membutuhkan.

Apa Itu Empati?

Empati adalah sarana untuk terhubung dengan orang lain yang menunjukkan bahwa Anda memahami apa yang mereka alami, bahkan jika Anda tidak tahu persis bagaimana perasaan mereka. Empati, dengan kata lain, adalah kemampuan untuk terhubung dan mengatakan hal-hal seperti, “Saya ingin memahami perasaan Anda dan memberi tahu Anda bahwa Anda tidak sendirian.”

Empati adalah alat yang luar biasa untuk lebih memahami apa yang memotivasi perilaku murid Anda dan mengembangkan solusi untuk membantu mereka. Ini juga dapat membantu Anda terhubung satu sama lain dan bekerja melalui masa-masa sulit bersama.

Apa Bukan Empati.

Penting untuk diingat bahwa empati tidak sama dengan simpati. Anda mungkin merasa sedih untuk siswa jika Anda bersimpati. Bahkan jika Anda benar-benar peduli pada mereka, rasa kasihan dapat menyebabkan Anda memandang rendah murid daripada berusaha untuk memahami atau berhubungan dengan mereka.

Empati tidak berarti pengurangan harapan. Anda dapat memvalidasi dan berempati dengan siswa sambil tetap mempertahankan standar yang tinggi. Anda dapat menegaskan kembali keyakinan Anda pada kemampuan siswa untuk berhasil ketika Anda terhubung dengan mereka secara empatik.

Empati bukan tentang mengasihani diri sendiri, tetapi tentang perasaan Anda. Biarkan diri Anda memperhatikan dan menerima perasaan Anda sendiri. Itu wajar untuk merasa kesal atau frustrasi. Apa yang terjadi dengan siswa Anda mempengaruhi Anda secara emosional juga. Anda mungkin perlu berhenti sejenak untuk mengumpulkan pikiran Anda sebelum mendekati murid.

Ini menunjukkan bahwa Anda berusaha untuk mengatasi perasaan Anda sendiri ketika Anda siap dan mampu berempati dalam situasi stres. Anda menunjukkan kepada murid-murid bagaimana melatih pengendalian diri dan memperhatikan perasaan orang lain.

Empati dibagi menjadi empat bagian.

Empat ciri utama empati telah ditemukan oleh para peneliti. Dengan memasukkan strategi ini ke dalam pengajaran Anda, Anda dapat menunjukkan kepada siswa bahwa Anda menghargai pengalaman mereka lebih dari sekadar masalah yang harus dipecahkan.

1. Mengambil langkah mundur untuk menilai situasi.

Ketika Anda mengambil perspektif yang berbeda, Anda mengesampingkan sentimen dan reaksi pribadi Anda dan melihat masalah melalui mata siswa Anda. Mulailah dengan bertanya pada diri sendiri, “Apakah saya yakin siswa saya melakukan yang terbaik?”

2. Mengabaikan penilaian sendiri.

Terlalu mudah untuk membuat penilaian cepat tentang suatu situasi berdasarkan apa yang Anda amati. Tetapi mundurlah selangkah dan pikirkan apa lagi yang perlu Anda ketahui dan pahami tentang skenario tersebut.

3. Berusaha memahami emosi siswa.

Jika Anda bisa, gambarkan pengalaman Anda sendiri untuk membantu Anda memahami apa yang sedang dialami siswa atau mengingat saat ketika Anda merasakan hal yang sama.

Tapi hati-hati jangan berlebihan. Karena pengalaman setiap orang adalah unik, pernyataan “Saya mengerti bagaimana perasaan Anda” bisa dianggap menipu. Jika Anda mengalami masalah, pikirkan tentang apa lagi yang perlu Anda ketahui dan pahami tentang bagaimana orang lain bereaksi atau melihat masalah tersebut.

4. Tunjukkan bahwa Anda telah memahami situasinya.

Bicaralah dengan anak Anda tanpa menggunakan istilah seperti “apa yang perlu Anda lakukan adalah…” atau “yang perlu Anda lakukan adalah…” Sebaliknya, gunakan hal-hal seperti, “Sepertinya Anda…” atau “Saya mendengar bahwa kamu…” Sebagai guru, reaksi pertama kami adalah menjaga situasi tetap terkendali dan menemukan solusi cepat.

Dalam waktu dekat, ini mungkin bermanfaat. Namun, itu tidak akan membangun kepercayaan jangka panjang dengan anak-anak. Ini juga tidak akan membantu anak-anak belajar memecahkan masalah dengan Anda sebelum mencoba melakukannya sendiri.

Fase ini membutuhkan beberapa introspeksi diri:

• Apa lagi yang perlu saya pelajari dan pahami tentang bagaimana saya berperilaku di saat yang panas.

• Apa lagi yang perlu saya ketahui tentang bagaimana saya menunjukkan kepada orang lain bahwa saya mendengar mereka, bahkan ketika saya berurusan dengan emosi saya sendiri.

Harap Anda tahu sekarang (sikap empati seorang pelajar dapat diwujudkan dalam bentuk)-dan detail pembelajaran lainnya tentang topik ini untuk studi dan penelitian Anda. Anda mungkin menemukan detail di atas berguna dan jika Anda memiliki pertanyaan, Anda dapat berkomentar di bawah.

Rekomendasi

Berikut ini yang bukan merupakan perbedaan antara malaikat dengan manusia adalah

Contoh Soal Descriptive Text Essay : Teknik Dan Sumber Menulis

Translate Inggris-Indonesia : Bahasa Daring

Penafian:

Konten di situs web ini dimaksudkan hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak dan tidak boleh ditafsirkan sebagai ajakan, pengadaan, tampilan, agregasi, pemasaran atau iklan produk. 98bola.id bukan perantara dan karenanya tidak mendukung atau meminta produk semacam itu. Informasi di situs web ini berasal dari sumber yang tersedia untuk umum dan 98bola.id tidak dapat memverifikasi atau mengkonfirmasi keaslian, kebenaran, kebenaran atau keaslian informasi ini.

Tampilan merek dagang, nama dagang, logo, dan hal-hal lain dari kekayaan intelektual adalah milik masing-masing pemilik kekayaan intelektual. Tampilan IP tersebut bersama dengan informasi produk terkait tidak menyiratkan kemitraan 98bola.id dengan pemilik Kekayaan Intelektual atau penerbit/produsen produk tersebut.

Leave a Comment