Orang yang berhak menerima zakat disebut

Orang yang mengeluarkan zakat disebut?

Zakat merupakan rukun Islam yang keempat. Orang yang mengeluarkan zakat disebut muzakki. Ada yang berhak menerima zakat disebut mustahik.

Pengertian zakat menurut Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014, adalah harta kekayaan yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha yang dikelola oleh seorang muslim untuk disumbangkan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. dengan hukum Islam.

Sementara disebutkan dari situs Baznas, zakat adalah proporsi tertentu dari harta seorang Muslim yang harus disediakan ketika memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Dalam Islam dikenal dua bentuk zakat, yaitu zakat fitrah dan zakat maal.

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim di bulan Ramadhan, sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri. Zakat fitrah dapat diberikan dalam bentuk sembako bagi masyarakat sekitar. Seperti beras, gandum, dan sejenisnya. Jumlah zakat fitrah adalah 3,5 liter atau kira-kira 2,5 kilogram sembako.

Zakat maal atau zakat harta adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh umat Islam ketika hartanya telah mencapai nisab dan haulnya. Nisab adalah kondisi terendah dari harta yang dapat diakui sebagai kebutuhan zakat. Sedangkan haul adalah jangka waktu atau lamanya kepemilikan harta yang telah berlalu selama 12 bulan dalam penanggalan Qamariyah atau tahun Hijriah.

Zakat maal kemudian dipecah menjadi beberapa kategori zakat. Diantaranya zakat pendapatan, zakat usaha, zakat pertanian, zakat pertambangan, zakat tabungan, zakat emas, zakat perak dan lain-lain.

Tidak ada batasan waktu untuk mengeluarkan zakat maal. Zakat ini dapat diberikan sepanjang tahun apabila syarat-syaratnya telah terpenuhi.

Allah SWT mewajibkan umat Islam untuk berzakat sebagaimana yang difirmankan-Nya dalam Al-Qur’an Surat Al Baqarah ayat 110.

orang yang berhak menerima zakat disebut

Zakat merupakan rukun Islam yang keempat. Orang yang mengeluarkan zakat disebut muzakki. Ada yang berhak menerima zakat disebut mustahik.

Pengertian zakat menurut Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014, adalah harta kekayaan yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha yang dikelola oleh seorang muslim untuk disumbangkan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. dengan hukum Islam.

Sementara disebutkan dari situs Baznas, zakat adalah proporsi tertentu dari harta seorang Muslim yang harus disediakan ketika memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Dalam Islam dikenal dua bentuk zakat, yaitu zakat fitrah dan zakat maal.

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim di bulan Ramadhan, sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri. Zakat fitrah dapat diberikan dalam bentuk sembako bagi masyarakat sekitar. Seperti beras, gandum, dan sejenisnya. Jumlah zakat fitrah adalah 3,5 liter atau kira-kira 2,5 kilogram sembako.

Zakat maal atau zakat harta adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh umat Islam ketika hartanya telah mencapai nisab dan haulnya. Nisab adalah kondisi terendah dari harta yang dapat diakui sebagai kebutuhan zakat.

Sedangkan haul adalah jangka waktu atau lamanya kepemilikan harta yang telah berlalu selama 12 bulan dalam penanggalan Qamariyah atau tahun Hijriah.

Zakat maal kemudian dipecah menjadi beberapa kategori zakat. Diantaranya zakat pendapatan, zakat usaha, zakat pertanian, zakat pertambangan, zakat tabungan, zakat emas, zakat perak dan lain-lain.

Tidak ada batasan waktu untuk mengeluarkan zakat maal. Zakat ini dapat diberikan sepanjang tahun apabila syarat-syaratnya telah terpenuhi.

Allah SWT mewajibkan umat Islam untuk berzakat sebagaimana yang difirmankan-Nya dalam Al-Qur’an Surat Al Baqarah ayat 110.

Artinya: “Dan dirikanlah shalat dan bayarlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan untuk dirimu sendiri, niscaya kamu akan memperoleh balasannya dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Orang yang mengeluarkan zakat disebut muzakki. Kebutuhan pokok terdiri dari 5.

Rekomendasi

Apa arti pancasila bagi bangsa indonesia | Informasi lengkap

Jelaskan akibat keberagaman masyarakat Indonesia

Integrasi sosial dalam kehidupan dapat terwujud dengan adanya

Penerima Zakat.

Zakat didistribusikan kepada kelompok individu yang memenuhi syarat untuk menerimanya.

Jika yang mengeluarkan zakat disebut muzzaki, maka yang berhak menerima zakat disebut mustahik. Ada delapan jenis atau individu asnaf yang berhak menerima zakat atau mustahik.

Mengenai 8 macam orang yang berhak menerima zakat, Allah SWT berfirman dalam Surat At-Taubah ayat 60.

orang yang berhak menerima zakat disebut

“Sesungguhnya zakat itu hanya untuk orang-orang yang membutuhkan, orang-orang fakir, pemungut zakat, orang-orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (membebaskan) budak, untuk (membebaskan) orang-orang yang terlilit hutang, untuk jalan Allah, dan bagi orang-orang yang terlilit hutang, orang-orang miskin, bepergian, sebagai tanggung jawab dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.”

8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat

8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat Fitrah
8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat Fitrah

Zakat merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang kekayaannya telah mencapai haul. Bagi umat Islam yang tidak mampu membayar, maka kewajiban mengeluarkan zakat jatuh. Bagi yang tidak mampu membayar zakat, maka muslim berhak menerima zakat.

Lantas siapa saja organisasi yang layak mendapatkan zakat?

Mereka yang memenuhi syarat untuk menerima zakat disebut mustahik. Mustahik adalah umat Islam yang tidak diwajibkan membayar zakat, namun diperbolehkan menerima zakat. Ada delapan golongan yang berhak menerima zakat. Berikut adalah delapan organisasi yang memenuhi syarat untuk mendapatkan zakat.

Allah telah mengatur bagi orang-orang yang menerima dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya zakat itu khusus untuk orang-orang yang membutuhkan, orang-orang fakir, pengelola zakat, yang diyakinkan hatinya (mualaf), untuk (membebaskan) budak, orang-orang yang terlilit hutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka. jalan, sebagai keputusan yang ditentukan oleh Allah, dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah: 60).

Dari ayat tersebut, berikut adalah delapan golongan yang berhak menerima zakat.

1. Fakir

Pertama, ada yang miskin. Kategori ini diprioritaskan dalam mendapatkan zakat. Orang miskin adalah orang yang tidak memiliki harta, tenaga, dan tenaga yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Di mazhab Syafi’i, orang miskin bisa jadi adalah mereka yang benar-benar memiliki perusahaan, tetapi pendapatannya kurang dari 50% untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

2. Miskin

Yang disebut miskin adalah individu yang tidak memiliki pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan berada dalam situasi serba kekurangan.

Menurut pendapat mazhab Syafi’i, fakir miskin adalah mereka yang mampu memenuhi separuh dari kebutuhannya, tetapi masih belum mencukupi.

3. Riqab

Riqab atau budak adalah budak. Ya, pada zaman Nabi, banyak orang menjadi budak. Pada awal pertumbuhan Islam, zakat juga digunakan untuk membebaskan tawanan atau budak dari majikannya. Budak sudah bebas, maka mereka bisa hidup bebas.

Mungkin praktik perbudakan kontemporer sudah tidak ada lagi. Namun kata ini juga dapat diartikan sebagai upaya untuk membebaskan umat Islam yang ditawan oleh pihak lain.

4. Gharim

Kemudian ada kelompok gahrim yang merupakan kelompok orang yang juga berhak mendapatkan zakat. Gahrim adalah orang yang memiliki banyak hutang.

Apakah semua orang yang memiliki hutang diperbolehkan untuk menerima zakat? Nah, ada dua macam Gahrim di sini, yaitu: Ghârim limaslahati nafsihi, adalah orang yang berhutang untuk kesejahteraan dirinya dan keluarganya.

Ghârim li ishlâhi dzatil bain, adalah orang yang berhutang untuk mendamaikan mereka yang berselisih.

Nah, Gahrim berhak menuntut zakat jika utang tersebut benar-benar dibenarkan oleh syariat Islam, dan bukan untuk melakukan perbuatan maksiat. Jika seseorang berhutang, tetapi ia masih mampu melunasi pinjamannya dengan hartanya, maka ia tidak berhak mendapatkan zakat.

5. Mualaf

Mualaf adalah mereka yang baru saja tersentuh hatinya, oleh karena itu mereka masuk atau memeluk Islam. Mualaf juga berhak menerima zakat. Pemberian zakat kepada muallaf bertujuan untuk membantu membangun keimanan dan ketakwaan para muallaf dalam menerima Islam.

Zakat bagi mualaf juga memiliki tujuan sosial untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama muslim.

6. Fisabilillah

Kategori selanjutnya yang berhak mendapatkan zakat adalah golongan Fisabilillah. Fisabilillah adalah orang-orang yang menderita karena Allah SWT.

Di zaman kita ini, Fisabilillah bukan semata-mata orang yang berjuang secara fisik di jalan Allah SWT. Tetapi orang-orang yang menjalankan kebijakan untuk kemaslahatan umat, seperti berdakwah, menyebarkan agama Islam, atau untuk kegiatan sosial lainnya seperti pendidikan dan kesehatan, maka mereka disebut fisabilillah.

7. Ibnu Sabil

Kategori ketujuh yang diperbolehkan menerima zakat adalah ibn sabil. Ibnu Sabil adalah seorang laki-laki yang sedang dalam perjalanan namun dalam perjalanan tersebut ia kehabisan bekal untuk melanjutkan perjalanannya. Dengan demikian, dia tidak dapat melanjutkan perjalanannya.

Ya, mereka yang kehabisan makanan dalam perjalanan dan tidak dapat melanjutkan perjalanan, maka mereka berhak mendapatkan zakat. Namun dengan catatan yang menunjukkan perjalanan tersebut bukan karena melakukan perbuatan asusila.

8. Amil

Kategori terakhir yang berhak mendapatkan zakat adalah amil. Amil adalah orang yang bertugas mengumpulkan dan menyalurkan zakat. Ya, untuk setiap pelaksanaan zakat, ada petugas atau panitia yang mengurus proses pelaksanaan zakat.

Mereka adalah amil pengumpul dan penggembira zakat dari setiap muslim.

Nah, amil ini juga mencakup orang-orang yang berhak mendapatkan zakat. Hal ini sebagai wujud pengabdian kepada para amil yang telah membantu pelaksanaan zakat. Amil diperbolehkan untuk mendapatkan zakat, namun dengan pemberitahuan bahwa ketujuh jenis penerima zakat di atas telah menerima zakat.

Misalnya di suatu tempat tertentu semua penerima zakat sudah mendapatkan haknya, tetapi masih ada sisa zakat, maka amil berhak menerimanya.

Itulah delapan golongan yang memenuhi syarat untuk mendapatkan zakat. Bagi Anda yang sudah terlanjur wajib membayar zakat, maka segera selesaikan kewajiban Anda. Jangan sampai Anda malah mengkonsumsi hak orang lain. Karena, di dalam harta kita ada hak orang lain.

Membayar zakat dapat dibayarkan langsung kepada individu yang membutuhkan. Namun terkadang sebagai individu, mungkin sulit jika harus membayar langsung kepada orang yang berhak menerima zakat. Pendirian lembaga amil zakat dapat mempermudah muzakki dalam menyalurkan dana ZISWAF. Dana yang terkumpul melalui lembaga akan mampu memaksimalkan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat kurang mampu.

Penafian:

Konten di situs web ini dimaksudkan hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak dan tidak boleh ditafsirkan sebagai ajakan, pengadaan, tampilan, agregasi, pemasaran atau iklan produk. 98bola.id bukan perantara dan karenanya tidak mendukung atau meminta produk semacam itu. Informasi di situs web ini berasal dari sumber yang tersedia untuk umum dan 98bola.id tidak dapat memverifikasi atau mengkonfirmasi keaslian, kebenaran, kebenaran atau keaslian informasi ini.

Tampilan merek dagang, nama dagang, logo, dan hal-hal lain dari kekayaan intelektual adalah milik masing-masing pemilik kekayaan intelektual. Tampilan IP tersebut bersama dengan informasi produk terkait tidak menyiratkan kemitraan 98bola.id dengan pemilik Kekayaan Intelektual atau penerbit/produsen produk tersebut.

Leave a Comment