Integrasi sosial dalam kehidupan dapat terwujud dengan adanya

15. Integrasi sosial dalam kehidupan dapat terwujud dengan adanya . . . .

a. tidak ada kesepahaman antarkelompok

b. konsensus bersama tentang nilai

c. masyarakat yang melanggar norma

d. nilai dan norma baru saja dicanangkan

e. kebutuhan masyarakat sulit dicukupi

Jawaban untuk hal di atas (Integrasi sosial dalam kehidupan dapat terwujud dengan adanya) adalah pilihan (b) konsensus bersama tentang nilai

Pertanyaan Lain

1.Q.  Proses penyesuaian di antara unsur – unsur yang saling berbeda yang ada dalam kehidupan sosial masyarakat, sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang serasi fungsinya bagi masyarakat disebut

  1. Integritas Sosial
  2. Interaksi Sosial
  3. Integrasi Sosial 
  4. Interseksi sosial
  5. Internalisasi

2. Q. Faktor-faktor yang mempengaruhi cepat atau lambatnya proses integrasi yaitu, kecuali…..

  1. Individualisme
  2. Homogenitas Kelompok
  3. Besar Kecilnya kelompok
  4. Efektifitas Kelompok

3. Q. Bentuk Integrasi yang dilakukan dengan cara paksaan adalah…

  1. Integrasi normatif
  2. Integrasi fungsional
  3. Integrasi koersif
  4. Integrasi social

4. Q. Bertemunya dua kebudayaan atau lebih yang saling mempengaruhi sehingga memunculkan kebudayaan baru dengan meninggalkan sifat asli tiap-tiap kebudayaan disebut…

  1. Akulturasi
  2. Sinkretismes
  3. Etnosentris
  4. Asimilasi

5. Q. Bertemunya dua kebudayaan atau lebih yang saling mempengaruhi sehingga memunculkan kebudayaan baru dengan meninggalkan sifat asli tiap-tiap kebudayaan disebut…

  1. Akulturasi
  2. Sinkretismes
  3. Etnosentris
  4. Asimilasi

6. Q. Berikut ini yang Bukan faktor pendorong integrasi sosial yaitu…

  1. Sikap individualism
  2. Sikap positif terhadap kebudayaan lain
  3. Adanya toleransi kebudayaan berbeda
  4. Adanya musuh bersama dari luar

8. Q. Berikut ini yang termasuk faktor penghambat integrasi sosial adalah…

  1. adanya intoleransi terhadap kebudayaan berbeda
  2. kesempatan yang seimbang dalam bidan ekonomi
  3. adanya perkawinan campur
  4. adanya sikap terbuka dari golongan yang berkasa

9. Q. Integrasi nasional Indonesia semakin kuat dengan adanya 4 pilar kebangsaan. Berikut ini yang tidak termasuk 4 pilar kebangsaan adalah….

  1. Negara Kesatuan Republik Indonesia
  2. Pancasila dan UUD 1945
  3. Bhineka Tunggal Ika
  4. Lagu Indonesia Raya

10. Q. Sistem barter yang menyatukan masyarakat tradisional Indonesia merupakan contoh bentuk intergrasi….

  1. normatif
  2. koersif
  3. fungsional
  4. struktural

11. Q. Setelah terjadi konflik kedua pihak yang bertikai duduk bersama menegaskan kembali konsensus bersama. Dalam rangka mencapai reintegrasi sosial ini termasuk tahap….

  1. pemulihan
  2. rekonstruksi
  3. rehabilitasi
  4. rekonsiliasi

12. Q. Berikut ini syarat agar integrasi sosial berjalan cepat adalah….

  1. mobilitas geografis tinggi
  2. homogenitas rendah
  3. efektivitasi komunikasi rendah
  4. jumlah anggota kecil

13. Q. Bentuk integrasi yang dilakukan dengan menembakkan gas air mata oleh polisi kepada perusuh adalah….

  1. represif
  2. koersif
  3. persuasif
  4. normatif

14. Q. Proses integrasi sosial dapat dilihat melalui proses….

  1. asimiilasi dan akulturasi
  2. empati dan simpati
  3. amalgamasi dan empati
  4. harmonisasi sosial dan kesetaraan

15. Q. Mobilitas geografis tinggi dan homogenitas anggota rendah memperlambat integrasi sosial. Pernyataan ini bernilai…..

  1. Benar
  2. Salah

Anda mungkin juga menyukai-

Translate Inggris-Indonesia : Bahasa Daring

Bahasa inggris Nya Selamat Malam : 54 ucapan Selamat Malam

Contoh Soal Descriptive Text Essay : Teknik Dan Sumber Menulis

Proses Integrasi Sosial

Menurut Koentjaraningrat, seorang antropolog Indonesia, ada dua tahapan dalam proses integrasi sosial:

1. Asimilasi

Asimilasi adalah proses dua atau lebih peradaban yang saling mempengaruhi untuk menciptakan budaya baru dengan tetap mempertahankan ciri khas budaya asli.

2. Akulturasi

Akulturasi, menurut Koentjaraningrat, adalah proses sosial yang terjadi ketika sekelompok individu dari satu budaya dihadapkan pada komponen-komponen dari budaya lain, dan aspek-aspek tersebut secara progresif diterima dan dimasukkan ke dalam budaya mereka sendiri tanpa mempengaruhi karakter aslinya.

3. Penggerak Integrasi Sosial

Toleransi kelas yang memerintah untuk transparansi timbal balik dapat membantu mempromosikan penyatuan sosial. Menurut situs Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), ada tujuh variabel yang mendorong integrasi sosial:

A). Ada rasa hormat terhadap banyak peradaban.

B). Peluang ekonomi yang seimbang.

C). Ada sikap yang baik terhadap orang-orang dari budaya lain.

D). Elit pemerintahan memiliki sikap yang ramah.

e). Ada komponen budaya yang sebanding.

F). Adanya perkawinan campuran atau merger.

F). Ada musuh bersama eksternal.

Untuk mencapai integrasi sosial, beberapa syarat harus dipenuhi.

Menurut buku Sosiologi Puline Pudjiastiti, ada tiga faktor esensial yang mendorong terjadinya integrasi sosial. Berikut ini adalah beberapa contohnya:

1. Anggota masyarakat telah mencapai konsensus atau kesepakatan bersama tentang cita-cita sosial yang esensial.

2. Terjadinya banyak keanggotaan, di mana anggota masyarakat secara bersamaan menjadi anggota kelompok sosial lain yang berbeda, disebut sebagai afiliasi lintas sektoral.

3. Adanya loyalitas ganda atau loyalitas yang saling bersilangan. Negara ini memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah-masalah komunal.

Sementara itu, keberhasilan anggota masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya, kesepakatan bersama tentang norma dan nilai, dan pelaksanaan nilai dan norma yang berkelanjutan, menurut William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkoff, dapat mengarah pada integrasi sosial.

Adanya tatanan sosial, seperti kontrol dan otoritas sosial, konvensi, standar hukum, status, dan kepemimpinan, juga dapat memfasilitasi integrasi sosial dalam kehidupan. Baso Madiong mengungkapkan pandangan ini dalam bukunya Sosiologi Hukum.

Istilah “integrasi sosial” didefinisikan sebagai “proses menyatukan orang-orang

Tim Operasi Ganesha (2017: 83), mengutip buku Pasti Bisa Sosiologi, menegaskan bahwa penyatuan keragaman dalam masyarakat multikultural berupaya mendekatkan masyarakat pada persatuan. Pada kenyataannya, sebagai akibat dari keragaman pengelompokan sosial dalam pembangunan, terjadi persilangan, tumpang tindih, asimilasi, integrasi, dan konflik. Hasil dari proses pembangunan merupakan hasil dari interaksi sosial, aktivitas sosial, dan faktor lainnya.

Proses penyatuan dua atau lebih faktor yang menghasilkan produksi keinginan yang berjalan lancar dan tepat disebut integrasi sosial.

Jika kita memasuki kehidupan sosial, kita dapat menggambarkan integrasi sosial sebagai proses memastikan kelangsungan hidup masyarakat secara keseluruhan.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Integrasi Sosial

Ada berbagai elemen yang mempengaruhi proses integrasi sosial, yang menyebabkan integrasi sosial cepat atau lambat terjadi. Berikut ini adalah beberapa faktor tersebut:

1. Homogenitas kelompok. Dalam masyarakat dengan tingkat pluralitas yang rendah, integrasi sosial akan sederhana. Integrasi, di sisi lain, akan sulit dicapai dalam masyarakat yang beragam. Artinya, semakin homogen suatu kelompok, semakin mudah untuk diintegrasikan.

2. Jumlah orang dalam kelompok. Kelompok kecil orang akan lebih mudah berintegrasi. Ini karena hubungan sosial yang intens dan serba cepat yang ada di antara anggota.

3. Jika anggota masyarakat sering datang dan pergi, proses integrasi sosial akan menjadi tantangan. Orang dengan mobilitas terbatas, di sisi lain, mungkin mempercepat proses integrasi sosial.

4. Kemanjuran komunikasi; komunikasi yang efisien dapat mempercepat proses integrasi sosial. Semakin efektif anggota komunitas berkomunikasi, semakin cepat integrasi akan terjadi.

Penafian:

Konten di situs web ini dimaksudkan hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak dan tidak boleh ditafsirkan sebagai ajakan, pengadaan, tampilan, agregasi, pemasaran atau iklan produk. 98bola.id bukan perantara dan karenanya tidak mendukung atau meminta produk semacam itu. Informasi di situs web ini berasal dari sumber yang tersedia untuk umum dan 98bola.id tidak dapat memverifikasi atau mengkonfirmasi keaslian, kebenaran, kebenaran atau keaslian informasi ini.

Tampilan merek dagang, nama dagang, logo, dan hal-hal lain dari kekayaan intelektual adalah milik masing-masing pemilik kekayaan intelektual. Tampilan IP tersebut bersama dengan informasi produk terkait tidak menyiratkan kemitraan 98bola.id dengan pemilik Kekayaan Intelektual atau penerbit/produsen produk tersebut.

Leave a Comment